Sunday, May 15, 2011

Desain partisi untuk sinkronisasi file pada dual-boot system (Windows dan Ubuntu)


"It's suck to work on dual boot !!"

Ya, itulah yang saya alami ketika harus memiliki satu notebook dengan dual OS (sering dikenal dengan dual boot). Sebenarnya masalahnya bukan di OS, tapi keruwetan dalam organisasi file / data. Misalnya saya punya file absen.doc yang saya simpan di My Documents -nya Windows, nah ketika saya berada di Ubuntu dan harus mengambil file tsb, terasa menyulitkan untuk browsing ke filesystem Windows. Sebaliknya jika saya pernah mebuat file diagram.xls di Ubuntu dan ingin mengaksesnya dari Windows tapi tidak bisa. Alhasil, di notebook saya banyak file redundant dan kesulitan untuk mencari mana file yang paling up-to-date :-(


Concern yang saya inginkan untuk notebook saya :
  1. Saya ingin memiliki satu storage yang selalu sinkron antara Special Folder Windows dan Special Folder Ubuntu.
  2. Saya tidak ingin ada data yang redundant didalam notebook saya. 
  3. Saya ingin memiliki satu folder Dropbox meskipun dual OS. Kaitannya dengan menghindari sinkronisasi Dropbox yang berulang dan boros bandwith.
  4. Saya ingin memiliki penyimpanan yang bersifat OS-independence. Artinya data-data ini tetap ada dan tetap aman jika seandainya terjadi kerusakan / instal ulang terhadap OS Windows dan / atau OS Ubuntu .
  5. Saya terbiasa dan hanya ingin menyimpan data di Special Folder masing-masing OS (Documents, Downloads, Music, Pictures, Videos).

    Langkah yang selama ini saya lakukan (dan tidak efektif)  :
    • Untuk sinkronisasi file Windows - Ubuntu, saya sudah memakai layanan Dropbox. Aplikasi ini sangat membantu, tapi tetap memiliki kekurangan :
      • Efektif buat sinkronisasi file dokumen dan gambar, tapi dengan limitasi 2GB Dropbox jelas tidak cocok buat sinkronisasi file-file besar musik, video, dan aplikasi. 
      • Setiap login ke salah satu OS, Dropbox akan melakukan sinkronisasi. Jelas ini boros bandwith dan saya akan memiliki dua folder Dropbox (Windows dan Ubuntu) di satu komputer yang sama! Damn!
    • Ketika saya berada di Windows, untuk mengakses file di partisi Ubuntu, saya menggunakan aplikasi Ext2Explore. Cara ini juga tidak membantu banyak, karena hanya bisa copy, dan mengakibatkan data redundant.
    • Menyimpan data ke partisi kosong (misal drive D:) yang nantinya akan bisa diakses bersama-sama dari Windows dan Ubuntu. Rupanya hal ini juga bukan solusi, karena kita akan memiliki 3 lokasi storage, yaitu My Documents (Windows), Home (Ubuntu), dan data yang ada di drive D (Windows, Ubuntu). Bisa dibayangkan betapa sulitnya mencari data!.

    Akhirnya setelah sedikit bereksperimen, didasarkan pada concern saya diatas, saya mendesain ulang alokasi partisi di notebook saya (harddisk 250 GB), seperti tabel di bawah ini :


    Dari tabel diatas, saya mengalokasikan 80GB untuk Windows 7, 130GB untuk DATA, 1GB untuk swap, dan 38.9 GB buat Ubuntu (100MB diambil buat System Reserved (Win7)). Didalam partisi DATA saya membuat 5 folder dengan nama Documents, Downloads, Dropbox, Music, Pictures, dan Videos.

    Selanjutnya saya menginstal Windows 7, baru dilanjutkan dengan menginstal Ubuntu sesuai konfigurasi diatas.
    Nah tujuan utama dari desain diatas, adalah saya akan memiliki satu partisi buat data, dan saya akan mengaitkan (mounting) Special Folder masing-masing OS ke folder yang ada di partisi DATA. Simpel kan?

    Visualisasinya lebih kurang seperti ini :



    Setting yang dilakukan di Windows 7 :
    • Sebagai contoh saya akan mengaitkan Special Folder My Music ke direktori D:\Music
    • Buka Windows Explorer, pilih Libraries > Music
    • Klik kanan pada My Music, pilih Properties
    • Pilih tab Location
    • Tekan tombol Move, lalu arahkan ke folder D:\Music
    • Lalu tekan OK
    Memindahkan lokasi My Music
    •  Ulangi kembali langkah diatas pada folder My Documents, Downloads, My Pictures, dan My Videos.

      Setting yang dilakukan di Dropbox :
      • Mengingat folder Dropbox bukanlah special folder dari Windows / Ubuntu, maka harus dilakukan setting tersediri.
      • Klik kanan pada icon Dropbox di icon tray Windows, pilih Preferences
      • Pilih tab Advanced, pada Dropbox location tekan tombol Change
      • Arahkan ke drive D. Warning! jangan mengarahkan ke folder D:\Dropbox, tapi cukup di drive D saja, karena folder Dropbox akan diprovide oleh Dropbox itu sendiri.

      Setting yang dilakukan di Ubuntu 11.04 :
      • Untuk setting di Ubuntu, kita harus meng-edit file /etc/fstab untuk mounting folder yang ada di partisi DATA ke masing - masing special folder.
      • Tekan Alt+F2, ketikkan gksu gedit /etc/fstab  (anda akan dimintai password)
      • Tambahkan baris berikut di file fstab :

      /media/DATA/Pictures /home/adee/Pictures auto bind,gid=46 0 0
      /media/DATA/Documents /home/adee/Documents auto bind,gid=46 0 0
      /media/DATA/Videos /home/adee/Videos auto bind,gid=46 0 0
      /media/DATA/Music /home/adee/Music auto bind,gid=46 0 0
      /media/DATA/Downloads /home/adee/Downloads auto bind,gid=46 0 0
      /media/DATA/Dropbox /home/adee/Dropbox auto bind,gid=46 0 0
      

      • Harap diperhatikan bahwa adee adalah nama user saya di Ubuntu. Harap sesuaikan dengan kondisi di Ubuntu anda.
      • Restart Ubuntu anda
      Custom /etc/fstab


      So the conclusions ...  :
      • Ternyata dengan desain awal yang tepat pada pengaturan partisi serta sedikit konfigurasi pada masing-masing OS kita bisa mendapatkan beberapa efisiensi storage di komputer kita.
      • Efek positif dari pengaturan partisi seperti diatas, selain pada penghematan ruang simpan (storage), juga menekan jumlah data yang ganda (redundant), menghindari sinkronisasi ulang di Dropbox,  data yang lebih terorganisir, serta mempermudah recovery data jika seandainya terjadi kerusakan pada salah satu atau kedua OS-nya.
      • Anda tertarik? Have a try :-)
       

      5 comments:

      1. sangat menarik...

        ReplyDelete
      2. dicky : bisa tapi tidak semuanya. Karena model special folder di xp beda ama 7. di xp my picture, music itu menginduk ama my document, kebetulan saya lagi berekperimen hal ini di xp (mungkin ada sedikit edit registry). tar deh kalo berhasil saya posting di blog

        ReplyDelete
      3. tadi saya coba ternyata bisa nya my documents nya saja. mungkin bisa kalau pictures dan songs nya dipindahkan keluar dari my document?

        ReplyDelete
      4. Tulisannya menarik pak
        memang selama ini saya kadang ada redundant file atau folder

        perlu dicoba nih tapi kayaknya perlu waktu khusus buat nyoba

        ReplyDelete

      Leave your comments with attitude please. This blog does DOFOLLOW :-)