Monday, January 17, 2011

Angry Birds for PC !

Akhirnya, yang dinanti-nantikan sudah tiba :-). Ya, game Angry Birds for PC!!

Thanx for the guys at Gamersky.

Untuk link FTP, anda mungkin memerlukan FileZilla atau add-on FireFTP di Firefox.
Untuk link Torrent, anda memerlukan Transmission atau torrent client lainnya.
Cukup unrar filenya, jalankan file AngryBirds.exe. Enjoy your game :-)

Silakan download di : FTP (GamerSky) | Torrent (Piratebay) | Ziddu | MediaFire | 4Shared | Rapidshare

Trouble :
1. Bagi yang menemui masalah berikut di Windows :

2. Atau bagi yang kesulitan dalam menjalankan Angry Birds di Ubuntu (Wine).

Solusi :
- Install Microsoft Visual C++ 2005 Runtime Libraries 

Sunday, January 16, 2011

Instalasi Android-x86 di Virtualbox

Android x86
Yup, Android sekarang lagi naik daun. OS bikinan Google ini memang cukup mencuri perhatian publik. Hape / tablet dengan OS Android sekarang pada laris manis di pasaran.

Apa sih kelebihan Android dibanding OS mobile lainnya? Ini sebagian yang dapat saya rangkum dari internet :


  • Android bersifat open source (karena based on linux), source code bebas diutak atik. Hal ini menjadikan banyak developer yang tertarik mengembangkan OS Android.
  • Realisasi cloud computing yang sesungguhnya. Semua fitur Google sudah terintegrasi di hape Android (Google Search, Google Docs, Google Maps, Gmail, Gtalk.)
  • Cari software gampang banget karena ada Android Market.
  • Fleksibel. OS Android bisa dipake di banyak platform hardware.
  • Update OS yang cepat, dll.
Tenang anda tidak harus membeli hape Android jika hanya sekedar untuk mencicipi bagaimana sih rasanya Android itu. Android ternyata bisa diinstal di PC atau notebook. Tersedia porting Android untuk arsitektur x86 yaitu Android x86 (http://www.androidx86.org) walaupun sampai saat ini masih versi 1.6 (Donut)

Tapi saya lebih memilih untuk menginstallnya secara virtual di Virtualbox, secara saya hanya ingin mencoba, tidak bermaksud untuk menggunakan Android untuk komputasi sehari-hari. 

Yang harus dipersiapkan adalah :
  1. Aplikasi Virtualbox ( http://www.virtualbox.org/wiki/Downloads )
  2. ISO Android 1.6.r2 ( http://www.androidx86.org/downloads.html ) pilih yang CD Image
  3. Sebatang rokok :-)
Oke silakan buka aplikasi Virtualbox (saya menggunakan Linux Ubuntu 10.10), klik tombol New lalu ikuti langkah-langkah berikut :

Alokasi RAM (256MB sepertinya cukup)

Gak usah pake HDD

Oke setelah itu kita akan mengatur setting terhadap Virtual Machine yang baru kita buat, silakan klik link System :
Set boot dari CD/DVD ROM
Aktifkan PAE/NX
Karena saya memakai prosesor AMD, maka saya mengaktifkan opsi VT-x/AMD-V
Arahkan CD/DVD Device ke file ISO Android yang tadi anda download

Oke sampai disini kita sudah bisa menjalankan OS Android kita. Klik tombol Start  pada Virtualbox :

Pilih LiveCD - without installation


Oke, berhasil. Sekarang OS Android 1.6 sudah running di Virtualbox. Karena Android itu sendiri didesain untuk touch screen device, maka supaya pointer mouse kita dikenal oleh VM Android, pilih menu Machine > Disable Mouse Integration.
Disable mouse integration

Berikut beberapa snapshot tampilan di OS Android 1.6 (Donut) :
Menu utama
Facebook
Twitter

Beberapa catatan :
  1. OS Android x86 ini bolehlah buat mengobati penasaran buat teman-teman yang pengen mencicipi Android.
  2. Android x86 sepertinya belum matang untuk dijadikan OS utama di netbook (masih experimental)
  3. Saya belum bisa install Angry Birds di Android x86 : -(
  4. Android x86 terasa agak lambat dengan mouse dari Virtualbox
  5. Jika anda ingin berpindah mouse dari Virtualbox ke mouse host, tekan key Right Ctrl
  6. Untuk mengakses menu, tekan klik kanan pada mouse.
  7. Jaringan / internet yang dipake di guest Android sama dengan jaringan host, jadi bisa langsung dipake buat maen internet.
Semoga artikel ini berguna buat anda yang penasaran dengan Android :-)

Thursday, January 13, 2011

Chat gratis di jaringan LAN / VPN dengan Pidgin + BonJour

Bonjour services
Mungkin anda sudah sering melakukan chatting dengan protocol yang populer seperti  Yahoo Messenger, Google Talk, Facebook Chat, Skype, dsb. Dan seperti yang kita ketahui, protocol-protocol diatas berjalan dengan koneksi internet.

Lalu bagaimana jika kita ingin melakukan chatting dalam ruang lingkup lokal (tanpa internet) seperti pada jaringan LAN atau VPN ?? Membangun chat server tentu bukan pilihan praktis.

Oke salah satu solusinya adalah menggunakan aplikasi messenger Pidgin dengan protocol Bonjour. Dengan Bonjour kita tidak perlu memikirkan chat server, cukup dengan menambahkan user, anda sudah bisa available pada room chat lokal, dan melakukan chat dengan rekan-rekan pada jaringan LAN/VPN.

Bonjour juga bersifat multi-platform, bisa jalan di Linux (Ubuntu) maupun Windows. Bonjour secara default sudah didukung dengan baik di OS Ubuntu, tetapi khusus di OS Windows kita harus menginstall "Bonjour Print Services for Windows" terlebih dahulu agar bisa menjalankan chat dengan Bonjour. Bisa didownload disini atau dari halaman Apple Support.

 Cara pemakaian cukup mudah. Buka Pidgin, pilih menu Account > Manage Accounts. Tekan tombol Add, pilih protocol Bonjour, lalu masukkan username unik anda. Anda juga bisa kustomisasi nama anda di tab Advanced. Selesai, tekan tombol Add lalu Close.




Done! Rekan - rekan anda yang memakai Bonjour dalam satu jaringan LAN / VPN akan langsung kelihatan di list. Selamat berchat ria :-)



Q&A :
Q : Sebenarnya Bonjour itu apa sih ?
A : Liat jawabannya disini.

Q : Kenapa harus pake Bonjour + Pidgin? Bukankah aplikasi freeware untuk LAN / VPN chat banyak tersedia??
A : Pertimbangannya Free, ringan, multi-platform (OS), dan multi-protocol (anda bisa login di Pidgin dengan YM, GTalk, Facebook, dan Bonjour secara bersamaan)

Semoga berguna

Monday, January 10, 2011

Membaca Filesystem Linux EXT2 / EXT3 / EXT4 dari Windows

Bagi yang bekerja dengan dual-boot (Linux dan Windows) pasti dihadapkan dengan kebutuhan untuk saling akses file terhadap dua OS tersebut.

Linux (dalam hal ini saya menggunakan Ubuntu) tidak ada masalah dalam mengakses file dari filesystem Windows seperti FAT dan NTFS (dengan ntfs-3g), tetapi Windows (dalam hal ini saya menggunakan Windows XP SP3) secara default tidak bisa mengakses filesystem Linux seperti EXT2 / EXT3 / EXT4.

Melakukan booting ulang setiap saat kita ingin mengambil file tentu bukan langkah yang praktis.

Cari-cari di internet, ada sebuah aplikasi bernama Ext2explore (http://sourceforge.net/projects/ext2read/files/Ext2Read 20ver 202.0/ext2explore 202.0 20beta/) yang memungkinkan kita mengakses filesistem Linux dari Windows.


Aplikasi ini bisa membaca filesystem EXT4 di Ubuntu 10.10 dengan baik. Perlu diperhatikan, bahwa aplikasi ini hanya bisa browse, read, dan copy (save as), belum bisa melakukan Cut, Copy, dan Paste. Jadi jika anda ingin mengedit file, terpaksa harus save as dulu ke Windows. Better than nothing-lah :-)

Saya belum mencoba akses ke EXT2 dan EXT3.. jika anda sudah mencobanya mohon sharing di komentar

Sunday, January 9, 2011

Guest Ubuntu Full Screen di Virtual Box

Hari ini temanku Totok Harmoyo mencoba untuk menginstal Ubuntu 10.10 di notebooknya. Opsi terdekat adalah menginstallnya secara virtual dengan aplikasi Oracle Virtualbox diatas host Windows 7 Ultimate.

Instalasi berjalan lancar sentosa. Masalah pertama yang ditemui adalah resolusi maximal pada guest Ubuntu hanyalah 1024x768. Sedangkan layar notebook Lenovo IdeaPad Y450 sendiri memiliki resolusi max 1366x768, sehingga jika guest Ubuntu dijalankan secara fullscreen akan menyisakan space hitam di kiri kanan layar, dan tentu saja hal ini tidak nyaman di mata. Instalasi VirtualBox Guest Addition juga tidak banyak membantu.

Solusinya ternyata cukup mudah. Kita hanya perlu menambah beberapa baris berikut di file /etc/X11/xorg.conf untuk menambahkan resolusi.

1. Buka Terminal, ketikkan baris berikut :
$ sudo gedit /etc/X11/xorg.conf

2. Akan tampil aplikasi gEdit dengan layar kosong. Copy-paste baris berikut :


Section "Screen"
        Identifier    "Default Screen"
        Device        "VirtualBox graphics card"
        Monitor       "Generic Monitor"
        DefaultDepth  24
        SubSection "Display"
                Depth         24
                Modes         "1366x768" "1024x768" "800x600" "640x480"
        EndSubSection
EndSection

3. Oya harap sesuaikan dengan resolusi maximal layar notebook anda. Seperti yang dilihat diatas, saya menambahkan resolusi 1366x768 sebelum resolusi standar 1024x768, 800x600 dan 640x480

4. Oke silakan save file ini, lalu lakukan restart pada virtual machine anda. Pada next reboot, resolusi pasti sudah bisa fullscreen sesuai resolusi layar.

Semoga berguna.
Referensi :  http://www.virtualbox.org/manual/ch04.html#id489939