Friday, May 27, 2011

ThinkPad X100e : Problem brightness LCD yang terlalu cerah (Vari-Bright)


Setelah menginstall driver ATI Catalyst untuk video card ATI Radeon HD 3200 pada notebook ThinkPad X100e saya, timbul anomali yang cukup menggangu pada LCD saya. Jika pada kondisi Battery Mode, brightness layarnya sepertinya menjadi terlalu cerah dan menyilaukan. Identifikasi yang paling mudah adalah dengan membuka Microsoft Excel, dan garis-garis pada cell hampir tidak terlihat.


Ternyata hal ini bukan karena kerusakan LCD ThinkPad, tapi disebabkan oleh fitur Vari-Bright (semacam fungsi untuk menghemat daya battery jika dalam kondisi Battery Mode).


Untuk menon-aktifkan fitur Vari-Bright cukup mudah :

  • Klik kanan pada icon tray ATI, lalu pilih ATI Catalyst Control Center
  • Pilih menu Graphics > PowerPlay
  • Uncheck pada centang Enable Vari-Bright
  • Tekan OK
ATI Catalyst - Vari-Bright


Mudah kan? LCD anda akan memancarkan brightness yang wajar, baik dalam kondisi Battery Mode maupun Plug-In Mode.


 

Semoga berguna

Sunday, May 22, 2011

Kode Remote TV Universal Chung He RM-133E / Chung Hop RM-133E

Malam tadi cukup kerepotan ketika tiba-tiba remote TV saya tidak berfungsi. Saya menggunakan remote TV universal merk Chung He RM-133E pada TV LG Flatron. Ternyata remote tersebut harus di-program ulang dengan 3 digit kode tertentu sesuai merk TV. Sialnya, kotak + leaflet remote tersebut hilang entah kemana :-(

Cari punya cari di internet tidak ada satu pun web / referensi yang mengarah ke kode remote merk Chung He. Yang ada malah remote TV universal merk Chung Hop. Dan setelah diamati ternyata benar-benar sama bahkan kode type-nya juga sama.

Cara program ulang remote-nya cukup mudah :
  1. Tentukan merk TV anda sesuai tabel dibawah, lalu catat kodenya (satu merk TV bisa memiliki kode lebih dari 1)
  2. Tahan tombol 'S' sekitar 5 detik, sampai lampu merahnya menyala.
  3. Masukkan 3 digit kode sesuai langkah point (1)
  4. Jika lampu merahnya mati pada saat entry digit ke-3, langkah anda sudah benar
  5. Silakan coba remote pada TV anda. Jika belum berhasil, ulangi langkah point (2) tapi dengan kode yang berbeda.

Berikut diberikan kode remote TV universal merk Chung He / Chung Hop RM-133E :


Untuk  remote merk Chung He / Chung Hop dengan type berbeda, silakan cari kode-nya di sini.
Semoga berguna ...


Tuesday, May 17, 2011

Ubuntu 11.04 : Mengaktifkan NTFS-3G (OSError: [Errno 2] No such file or directory: '/etc/hal/fdi/policy')

Hal pertama yang cukup mengganggu saya pasca instalasi Ubuntu 11.04 (tentu saja selain Unity yang jelek) adalah saya tidak bisa menjalankan service NTFS-3G. Tentu saja hal ini menghambat pada desain partisi yang sudah saya buat pada Ubuntu 10.10. Sebenarnya partisi NTFS kepunyaan Windows masih bisa diakses manual lewat Nautilus, tapi tidak automount dan ini sangat menyebalkan.

Jika dijalankan lewat Terminal ($ sudo ntfs-config), maka akan muncul error mesage  :

Traceback (most recent call last):
  File "/usr/bin/ntfs-config", line 102, in
    main(args, opts)
  File "/usr/bin/ntfs-config", line 75, in main
    app = NtfsConfig()
  File "/usr/lib/pymodules/python2.7/NtfsConfig/NtfsConfig.py", line 56, in __init__
    os.mkdir(HAL_CONFIG_DIR)
OSError: [Errno 2] No such file or directory: '/etc/hal/fdi/policy'



solusinya ternyata cukup mudah, berdasarkan error message diatas bahwa program tidak menemukan file atau direktori 'etc/hal/fdi/policy'. Jadi yang harus kita lakukan adalah membuat direktori dan file tersebut dengan perintah :

$ sudo mkdir /etc/hal
$ sudo mkdir /etc/hal/fdi
$ sudo touch /etc/hal/fdi/policy

Ok setelah itu coba jalankan kembali NTFS-3G :
$ sudo ntfs-config

Berhasil, ini buktinya :


Apakah anda juga mengalami hal yang sama? have a try :-)

Sunday, May 15, 2011

Desain partisi untuk sinkronisasi file pada dual-boot system (Windows dan Ubuntu)


"It's suck to work on dual boot !!"

Ya, itulah yang saya alami ketika harus memiliki satu notebook dengan dual OS (sering dikenal dengan dual boot). Sebenarnya masalahnya bukan di OS, tapi keruwetan dalam organisasi file / data. Misalnya saya punya file absen.doc yang saya simpan di My Documents -nya Windows, nah ketika saya berada di Ubuntu dan harus mengambil file tsb, terasa menyulitkan untuk browsing ke filesystem Windows. Sebaliknya jika saya pernah mebuat file diagram.xls di Ubuntu dan ingin mengaksesnya dari Windows tapi tidak bisa. Alhasil, di notebook saya banyak file redundant dan kesulitan untuk mencari mana file yang paling up-to-date :-(


Concern yang saya inginkan untuk notebook saya :
  1. Saya ingin memiliki satu storage yang selalu sinkron antara Special Folder Windows dan Special Folder Ubuntu.
  2. Saya tidak ingin ada data yang redundant didalam notebook saya. 
  3. Saya ingin memiliki satu folder Dropbox meskipun dual OS. Kaitannya dengan menghindari sinkronisasi Dropbox yang berulang dan boros bandwith.
  4. Saya ingin memiliki penyimpanan yang bersifat OS-independence. Artinya data-data ini tetap ada dan tetap aman jika seandainya terjadi kerusakan / instal ulang terhadap OS Windows dan / atau OS Ubuntu .
  5. Saya terbiasa dan hanya ingin menyimpan data di Special Folder masing-masing OS (Documents, Downloads, Music, Pictures, Videos).

    Langkah yang selama ini saya lakukan (dan tidak efektif)  :
    • Untuk sinkronisasi file Windows - Ubuntu, saya sudah memakai layanan Dropbox. Aplikasi ini sangat membantu, tapi tetap memiliki kekurangan :
      • Efektif buat sinkronisasi file dokumen dan gambar, tapi dengan limitasi 2GB Dropbox jelas tidak cocok buat sinkronisasi file-file besar musik, video, dan aplikasi. 
      • Setiap login ke salah satu OS, Dropbox akan melakukan sinkronisasi. Jelas ini boros bandwith dan saya akan memiliki dua folder Dropbox (Windows dan Ubuntu) di satu komputer yang sama! Damn!
    • Ketika saya berada di Windows, untuk mengakses file di partisi Ubuntu, saya menggunakan aplikasi Ext2Explore. Cara ini juga tidak membantu banyak, karena hanya bisa copy, dan mengakibatkan data redundant.
    • Menyimpan data ke partisi kosong (misal drive D:) yang nantinya akan bisa diakses bersama-sama dari Windows dan Ubuntu. Rupanya hal ini juga bukan solusi, karena kita akan memiliki 3 lokasi storage, yaitu My Documents (Windows), Home (Ubuntu), dan data yang ada di drive D (Windows, Ubuntu). Bisa dibayangkan betapa sulitnya mencari data!.

    Akhirnya setelah sedikit bereksperimen, didasarkan pada concern saya diatas, saya mendesain ulang alokasi partisi di notebook saya (harddisk 250 GB), seperti tabel di bawah ini :


    Dari tabel diatas, saya mengalokasikan 80GB untuk Windows 7, 130GB untuk DATA, 1GB untuk swap, dan 38.9 GB buat Ubuntu (100MB diambil buat System Reserved (Win7)). Didalam partisi DATA saya membuat 5 folder dengan nama Documents, Downloads, Dropbox, Music, Pictures, dan Videos.

    Selanjutnya saya menginstal Windows 7, baru dilanjutkan dengan menginstal Ubuntu sesuai konfigurasi diatas.
    Nah tujuan utama dari desain diatas, adalah saya akan memiliki satu partisi buat data, dan saya akan mengaitkan (mounting) Special Folder masing-masing OS ke folder yang ada di partisi DATA. Simpel kan?

    Visualisasinya lebih kurang seperti ini :



    Setting yang dilakukan di Windows 7 :
    • Sebagai contoh saya akan mengaitkan Special Folder My Music ke direktori D:\Music
    • Buka Windows Explorer, pilih Libraries > Music
    • Klik kanan pada My Music, pilih Properties
    • Pilih tab Location
    • Tekan tombol Move, lalu arahkan ke folder D:\Music
    • Lalu tekan OK
    Memindahkan lokasi My Music
    •  Ulangi kembali langkah diatas pada folder My Documents, Downloads, My Pictures, dan My Videos.

      Setting yang dilakukan di Dropbox :
      • Mengingat folder Dropbox bukanlah special folder dari Windows / Ubuntu, maka harus dilakukan setting tersediri.
      • Klik kanan pada icon Dropbox di icon tray Windows, pilih Preferences
      • Pilih tab Advanced, pada Dropbox location tekan tombol Change
      • Arahkan ke drive D. Warning! jangan mengarahkan ke folder D:\Dropbox, tapi cukup di drive D saja, karena folder Dropbox akan diprovide oleh Dropbox itu sendiri.

      Setting yang dilakukan di Ubuntu 11.04 :
      • Untuk setting di Ubuntu, kita harus meng-edit file /etc/fstab untuk mounting folder yang ada di partisi DATA ke masing - masing special folder.
      • Tekan Alt+F2, ketikkan gksu gedit /etc/fstab  (anda akan dimintai password)
      • Tambahkan baris berikut di file fstab :

      /media/DATA/Pictures /home/adee/Pictures auto bind,gid=46 0 0
      /media/DATA/Documents /home/adee/Documents auto bind,gid=46 0 0
      /media/DATA/Videos /home/adee/Videos auto bind,gid=46 0 0
      /media/DATA/Music /home/adee/Music auto bind,gid=46 0 0
      /media/DATA/Downloads /home/adee/Downloads auto bind,gid=46 0 0
      /media/DATA/Dropbox /home/adee/Dropbox auto bind,gid=46 0 0
      

      • Harap diperhatikan bahwa adee adalah nama user saya di Ubuntu. Harap sesuaikan dengan kondisi di Ubuntu anda.
      • Restart Ubuntu anda
      Custom /etc/fstab


      So the conclusions ...  :
      • Ternyata dengan desain awal yang tepat pada pengaturan partisi serta sedikit konfigurasi pada masing-masing OS kita bisa mendapatkan beberapa efisiensi storage di komputer kita.
      • Efek positif dari pengaturan partisi seperti diatas, selain pada penghematan ruang simpan (storage), juga menekan jumlah data yang ganda (redundant), menghindari sinkronisasi ulang di Dropbox,  data yang lebih terorganisir, serta mempermudah recovery data jika seandainya terjadi kerusakan pada salah satu atau kedua OS-nya.
      • Anda tertarik? Have a try :-)
       

      Instalasi Windows 7 dengan media USB drive (flash disk)

      Masalah yang sering ditemui oleh pemilik netbook dan ultra-portable notebook adalah instalasi OS (dengan media CD/DVD), dimana kita ketahui bahwa netbook / ultra-portable notebook tidak memiliki CD/DVD drive internal. Kalo Ubuntu Linux memiliki fasilitas Startup Disk Creator buat burning disc-mage ke USB flash-disk, maka Microsoft juga  menyediakan tool buat mengakomodasi instalasi Windows 7 dengan media USB flash disk.

      Yang harus dipersiapkan :
      1. File ISO / disc image Windows 7 original.
      2. USB Flash disk berukuran minimal 4 GB
      3. PC / notebook dengan OS minimal Windows XP
      4. Aplikasi Windows7 USB/DVD Tool dari Microsoft Store. Download disini

        Step-stepnya :
        1. Instal aplikasi  Windows7 USB/DVD Tool pada komputer anda.
        2. Pastikan hanya ada 1 (satu) USB flash-disk yang terhubung ke komputer anda. Untuk menghindari salah tujuan burning.
        3. Ikuti step-step dibawah ini :

        Tentukan lokasi dari file ISO Windows 7 original

        Pilih media USB Device, jika anda ingin burning ke DVD pilih tombol DVD

        Tentukan lokasi / drive dimana USB drive anda berada. Lalu klik tombol Begin Copying

        Proses akan berlangsung sekitar 10 menit


        4. Selesai. Anda bisa melakukan instalasi Windows 7 ke netbook / ultra-portable notebook anda dengan bantuan media USB drive yang baru saja kita buat diatas.

        5. Jangan lupa untuk set boot priority pada setting BIOS netbook anda. Set USB drive / USB HDD pada urutan pertama, sehingga komputer akan boot dari USB drive anda

        6. Enjoy !